Tes 3

    Author: Toto Gutomo Genre: »
    Rating

    A.    FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
    1.      Fungsi Media Pembelajaran Berdasarkan Waktu Penggunaannya
    Penggunaan media pembelajaran tidak hanya terbatas pada saat pendidik menjelaskan materi, melainkan dapat digunakan pada semua tahap pembelajaran, mulai apersepsi, menjelaskan materi, evaluasi, bahkan hingga pemberian reward dan pekerjaan rumah (PR). Berikut akan diuraikan media pembelajaran berdasarkan penggunaanya:
    a.       Media Pembelajaran untuk Apersepsi
    William James dalam Munif Chatib (2011) menjelaskan;
    Many teacher are inquiring “what is the meaning of apperception in educational psychology?” The most important idea in educational psychology in apperception. The idea of apperception is making a revolution in educational methods in Germany. Now apperception is an extremely useful words in pedagogics, and offer a convenient name for a process to which every teacher must frequently refer. But it verily means nothing more than the act of taking a thing into the mind. It corresponds to nothing peculiar or elementary in psychology, being only one of the innumerable result of the psychological process of association of ideas; and psychology itself can easily dispense with the word, useful as it may be in pedagogics.

    Selanjutnya Munif Chatib menyimpulkan, ternyata pemahaman apersepsi masih sangat kurang dikuasai oleh para guru, padahal kenyataannya apersepsi sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Toto Gutomo (2012) dalam tulisannya yang berjudul Kesaktian Guru: Menit – Menit Awal yang Ajaib menekankan bahwa apersepsi harus mampu membuat siswa tergugah minatnya (bahkan merasa sangat penting) untuk mengikuti pelajaran hingga jam pelajaran berakhir, pastinya dengan perasaan penasaran, senang dan terpasang wajah-wajah haus ilmu pengetahuan. Bisa dikatakan apersepsi adalah kegiatan yang dilakukan pendidik untuk dapat menarik minat belajar peserta didik dengan cara membawanya mengamati sesuatu yang akan menimbulkan suatu penafsiran dari buah pikiran (apperception).
    Media pembelajaran sebagai apersepsi dapat mempermudah pendidik untuk mendapatkan keberhasilan dari apersepsi itu sendiri. Pada tahap apersepsi, guru sejarah dapat menggunakan media pembelajaran foto, peta, video hingga sebuah model atau bahkan sebuah benda asli, dan masih banyak lagi, sesuai kreativitas guru.  Misalnya ketika memasuki materi Perkembangan Penjajahan Bangsa Barat di Indonesia, guru sejarah bisa saja menggunakan media peta tematik (jalur pelayaran), foto-foto kapal yang digunakan dalam pelajaran, video kondisi dermaga saat ini (yang nantinya akan dihubungkan dengan kondisi pada masa penjajahan), hingga memperlihatkan beberapa jenis rempah-rempah, baik dalam wujud asli, maupun foto-foto.

    - - - foto kayumanis - - -

    Penampilan media pembelajaran ini bisa saja diperlihatkan tanpa deskripsi terlebih dahulu, maksudnya untuk membangun rasa penasaran peserta didik. Pelajaran Materi apa lagi sekarang? Apa hubungan media ini dengan materi? Kena bisa begini-begitu? Dan lain-lain. Tentunya kreativitas harus terus ditingkatkan dalam pengembangan media pembelajaran untuk keperluan apersepsi ini, karena masih sangat sedikit (bahkan hampir tidak pernah) dijumpai pendidik / guru sejarah menggunakan media pembelajaran untuk keperluan apersepsi.

    b.      Media Pembelajaran untuk Menjelaskan Materi

    c.       Media Pembelajaran untuk Evaluasi

    d.      Media Pembelajaran untuk Reward

    e.       Media Pembelajaran, Pekerjaan Rumah dan Media Pembelajaran

    Leave a Reply

    Diberdayakan oleh Blogger.