A.
FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
1.
Fungsi Media Pembelajaran Berdasarkan Waktu Penggunaannya
Penggunaan media pembelajaran tidak hanya
terbatas pada saat pendidik menjelaskan materi, melainkan dapat digunakan pada
semua tahap pembelajaran, mulai apersepsi, menjelaskan materi, evaluasi, bahkan
hingga pemberian reward dan pekerjaan
rumah (PR). Berikut akan diuraikan media pembelajaran berdasarkan penggunaanya:
a. Media Pembelajaran untuk Apersepsi
William James dalam Munif
Chatib (2011) menjelaskan;
Many teacher are inquiring “what is the meaning
of apperception in educational psychology?” The most important idea in
educational psychology in apperception. The idea of apperception is making a
revolution in educational methods in Germany. Now apperception is an extremely
useful words in pedagogics, and offer a convenient name for a process to which
every teacher must frequently refer. But it verily means nothing more than the
act of taking a thing into the mind. It corresponds to nothing peculiar or
elementary in psychology, being only one of the innumerable result of the
psychological process of association of ideas; and psychology itself can easily
dispense with the word, useful as it may be in pedagogics.
Selanjutnya Munif Chatib menyimpulkan, ternyata pemahaman apersepsi
masih sangat kurang dikuasai oleh para guru, padahal kenyataannya apersepsi
sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Toto Gutomo (2012) dalam
tulisannya yang berjudul Kesaktian Guru:
Menit – Menit Awal yang Ajaib menekankan bahwa apersepsi harus mampu membuat
siswa tergugah minatnya (bahkan merasa sangat penting) untuk mengikuti pelajaran
hingga jam pelajaran berakhir, pastinya dengan perasaan penasaran, senang dan
terpasang wajah-wajah haus ilmu pengetahuan. Bisa dikatakan apersepsi adalah
kegiatan yang dilakukan pendidik untuk dapat menarik minat belajar peserta
didik dengan cara membawanya mengamati sesuatu yang akan menimbulkan suatu
penafsiran dari buah pikiran (apperception).
Media pembelajaran sebagai apersepsi dapat mempermudah pendidik untuk
mendapatkan keberhasilan dari apersepsi itu sendiri. Pada tahap apersepsi, guru
sejarah dapat menggunakan media pembelajaran foto, peta, video hingga sebuah
model atau bahkan sebuah benda asli, dan masih banyak lagi, sesuai kreativitas
guru. Misalnya ketika memasuki materi Perkembangan Penjajahan Bangsa Barat di
Indonesia, guru sejarah bisa saja menggunakan media peta tematik (jalur
pelayaran), foto-foto kapal yang digunakan dalam pelajaran, video kondisi
dermaga saat ini (yang nantinya akan dihubungkan dengan kondisi pada masa
penjajahan), hingga memperlihatkan beberapa jenis rempah-rempah, baik dalam
wujud asli, maupun foto-foto.
- -
- foto kayumanis - - -
Penampilan media pembelajaran ini
bisa saja diperlihatkan tanpa deskripsi terlebih dahulu, maksudnya untuk
membangun rasa penasaran peserta didik. Pelajaran Materi apa lagi sekarang? Apa
hubungan media ini dengan materi? Kena bisa begini-begitu? Dan lain-lain.
Tentunya kreativitas harus terus ditingkatkan dalam pengembangan media
pembelajaran untuk keperluan apersepsi ini, karena masih sangat sedikit (bahkan
hampir tidak pernah) dijumpai pendidik / guru sejarah menggunakan media
pembelajaran untuk keperluan apersepsi.
b. Media Pembelajaran untuk Menjelaskan Materi
c. Media Pembelajaran untuk Evaluasi
d. Media Pembelajaran untuk Reward
e. Media Pembelajaran, Pekerjaan Rumah dan Media
Pembelajaran

